Setiap anak pasti terlahir dengan berbagai macam karater yang berbeda dan unik. Begitupun juga soal gaya berteman anak, baik itu saat di sekolah ataupun di lingkungan rumah. Lalu, seperti apakah gaya pertemanan anak Anda selama berada di lingkungan sekolah? Berikut beberapa gaya pertemanan anak di sekolah.
- Suka mengganggu
Sempat terpikirkan tidak bahwa anak termaksud karakter anak yang suka menggangu temannya? Atau pernahkan anda mendapat sebuah laporan dari sekolah bahwa anak sering mengganggu teman lainnya? Tentunya anda akan spontan merespon dengan menganggap anak anda nakal.
Perlu diketahui emang hampir semua anak memiliki potensi menjadi penggangu termasuk anak anda sendiri. Sebaiknya anda bertanya secara langsung dengan laporan yang anda dapatkan baik itu dari guru maupun teman-temannya. Mendengarkan dan menjadi orang tua yang bijak menjadi solusi anak berkata jujur. Dengan bertanya langsung menjadi sebuah cara yang efektif untuk dibanding anda harus menghukum dan memarahinya. - Anak suka mengamati
Kebanyakan anak sekolah dasar atau anak sekitar usia 10 tahun kebawah dapat juga loh membuat orangtua nya khawatir akan sikap teman-temannya. Kenapa? Karena mereka khawatir jika nanti anaknya diganggu oleh teman temannya atau anaknya tidak mampu menunjukkan sikap benar dan menolong temannya. Karena rasa khawatir tersebut, anda sebagai orang tua pasti berpikir keras bagaiman caranya agar hal tersebut tidak dialami si kecil. Anda bisa mengingatkannya dengan berkata jika tindakan yang dilakukan teman yang suka mengganggu itu tidak benar.
Dengan karakter anak yang selalu berkata jujur dan bisa dibilang pemberani, anak akan selalu melakukan hal yang benar salah satunya membela temanya. Saat anak mengatakan pada si pengganggu untuk jangan mengganggu temannya, ia bisa menjadi penolong namun kemungkinan juga anak bisa kehilangan temannya atau menjadi korban berikutnya karena dianggap lebih memilih teman yang lemah ketimbang temannya yang populer di sekolah. - Anak yang ingin tampil keren
Ketika anak anda sudah mulai mengerti fashion dimana anak menginjak usia 11 tahun, selalu saja ada hal yang sangat ia inginkan mulai dari meminta baju, sepatu, tas atau jam tangan keren. Hal ini dilakukan anak supaya anak dianggap paling keren atau populer di kelasnya.
Sebaiknya anda menanggapinya dengan memberikan nasehat yang bijak. Misalnya berikan contoh dengan mengatakan bahwa masih banyak temannya yang tidak memiliki barang bagus namun tetap eksis dan pandai di kelasnya. Katakan juga pada anak bahwa memiliki barang mewah bukan berarti bisa membuat orang menonjol dikelasnya. Tanpa mempunyai barang mewah pun anak masih bisa memiliki teman atau sahabatnya. - Anak yang suka menyendiri
Cukup sulit memang membuat anak yang suka menyendiri bergaul dengan temannya. Kebanyakan anak penyendiri lebih memilih bermain sendiri ketimbang bermain bersama temannya. Padahal bermain itu membutuhkan teman yang banyak yang akhirnya bisa membantu proses belajarnya dan membentuk karakter anak yang bisa ia bawah samapai dewasa.
Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan mengatakan bahwa berteman sangat penting namun pastikan sesuai dengan minatnya. Dengan keduanya seimbang, anak jadi tidak terpaksa bermain bersama temannya sehingga tidak mengabaikan minatnya. Karena teman itu bukan menjadi sosok yang membuatnya menjadi kurang percaya diri, tapi yang membuat diri anak menjadi berkembang dengan baik. - Anak yang suka meninggalkan sahabatnya
Tipe pergaulan anak yang terakhir adalah tipe anak yang meninggalkan sahabatnya. Banyak anak yang dulunya sangat dekat seakan-akan mereka itu seperti sahabat, tiba-tiba berjauhan dan tidak mau bergaul satu sama lain. Sebagai orang tua sebaiknya anda mencaba mencari tahu apa alasan anak tidak mau bergau dengan temannya tersebut. Dengan berbagai ocehan yang anak berikan cobalah untuk mendengarkannya, bisa jadi apa yang anak katakan itulah kunci permasalahan yang terjadi diantara dia dan temannya. Atau anak meninggalkan sahabatnya tersebut karena anak ingin mencari seorang teman yang lebih bisa memahami dirinya.
Itulah lima tipe anak saat berada di sekolah. Langkah anda sebagai orang tua iyalah tetap mengawasi dan memastikan bahwa anak mampu terbuka saat ia memilih temannya. Karena teman menjadi sebuah alasan anak menjadi pribadi lugu, baik dan bersemangat atau justru sebaliknya.