Cara Mengajarkan Pada Anak Untuk Bangga Pada Dirinya Sendiri

Sebagai orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat, bahagia, memiliki banyak teman dan bangga pada dirinya. Semua hal itu sangat berguna bagi masa depan anak. Apalagi dapat bangga dan mencintai dirinya itu menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi masa depan anak.

Menjadi role model atau panutan baik yang mampu mencintai dirinya sendiri sudah menjadi tugas kita sebagai orang tua. Hal pertama yang harus kita lakukan ialah memberikan contoh pada anak untuk selalu percaya dan bangga dengan kemampuan dan kekurangan yang kita miliki.

Dengan dari diri kita sendiri anak akan mencontohnya dan melakukan apa yang orang tua nya lakukan.
Meski memang mengajarkan hal tersebut pada anak bukan lah hal yang mudah bagi orang tua lakukan. Karena hal tersebut, berikut cara sederhana untuk mengajarkan pad nama untuk menghargai dirinya.

  1. Berikan empati
    Anak akan mudah merasa frustrasi apabila ia tidak bisa melakukan hal yang teman-temannya bisa dilakukan. Misalnya, anak lambat dalam berhitung dibanding temannya, dari peristiwa tersebut kita bisa memberikan atau menunjukkan rasa empati kita dengan mengatakan meskipun anak lambat dalam berhitung tapi anak cepat dalam melukis dan katakan juga bahwa kemampuan setiap orang itu berbeda-beda.

    Dengan begitu, anak akan menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa baik, tapi dengan selalu mengembangkan diri menjadi lebih baik itulah makna kehidupan sesungguhnya.

  2. Berikan rasa cinta
    Dengan memberikan rasa kasih sayang pada anak baik itu dengan perhatian pada anak atau hal lain, anak akan merasa beruntung ketika anda bisa menerimanya apa adanya tanpa melihat salah satu kemampuan atau kekurangannya saja.

    Jadi istimewakanlah anak dengan memberikan cinta, pelukan, ciuman, kehangatan dan belaian lembut pada pundaknya. Anak akan selalu percaya bahwa kegagalan yang dialaminya akan kembali bangkit lagi karena selalu ada orang yang mendukung dan menyemangatinya kembali.

  3. Selalu mendengarkannya
    Jika anak sedang berusaha memberi tahu sesuatu, cobalah untuk berhenti sejenak dan dengarkan apa yang ia katakan. Meski apa yang di katakan anak belum tentu kita paham, tapi dihargai itulah yang ingin didapat oleh anak-anak.

    Dengan membicarakan masalah yang sedang di hadapi anak, membuat anak nyaman dengan emosi yang dirasakannya. Dengan begitu anak akan lebih merasa percaya diri untuk mengungkapkan perasaannya sendiri di kemudian hari.

  4. Biarkan kesalahan terjadi
    Di saat anak sudah mendapat mampu dan berani untuk mengambil sebuah resiko, kemungkinan baginya untuk melakukan kesalahan semakin terbuka lebar. Dari sebuah kesalahan tersebut menjadi sebuah pelajaran untuk membangun kepercayaan dirinya.

    Ketika kesalahan yang di lakukan anak cobalah untuk memberikan sebuah dorongan supaya anak dapat berpikir untuk tidak mengulang kesalahan tersebut. Tapi ingat memarahinya atau memberikan hukuman yang tidak jelas dengan kesalahannya, justru kesalahan yang dilakukan anak akan diulang terus. Dengan begitu, anak akan memahami bahwa tidak apa sesekali berbuat kesalahan.

  5. Jangan membandingkan
    Dengan kemampuan yang dimiliki setiap anak itu berbeda-beda, sebagai orang tua janganlah sekali-kali anda membandingkan anak dengan orang lain. Meski terkadang tujuan anda membandingkan itu positif, tapi hal tersebut juga tidak baik bagi diri anak.

    Supaya anak lebih menghargai dirinya sendiri, alangkah baiknya jika kita sebagai orang tua menghargai dirinya karena kemampuan yang ia miliki. Jadi jangan membandingkan ia dengan yang lain.

  6. Berikan dukungan
    Dukungan berarti anda menyadari kemajuan yang dicapai dan dimilik anak, bukan hanya sekedar menghargai karena sebuah prestasi. Ingat memberikan sebuah dukungan dengan pujian itu sangatlah berbeda. Jika memberikan pujian kita memberikan sebuah ucapan bangga atas hasil yang di dapat anak, sedangkan dukungan itu lebih menghargai usaha yang telah dilakukan.

    Jadi bagikan sebuah pujian dengan bijaksana dan berikan dukungan dengan murah hati. Melakukan keduanya dengan yang baik dan benar akan membantu anak tumbuh dengan perasaan positif terhadap dirinya.