Sosok Abah Endang, seorang kakek berusia 75 tahun, dikenal sebagai penjual es cincau yang gigih. Setiap hari, ia berkeliling dari kampung ke kampung di Kabupaten Garut demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Meski usia telah senja, semangat Abah Endang tak pernah luntur dalam mencari nafkah.
Pada Minggu, 9 Februari 2025, Rumah Anak Bisa bersama tim Kolaborasi hadir di kediaman Abah Endang di Kampung Sumeuni, Desa Margacinta, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, untuk menyalurkan bantuan dari para dermawan yang tergabung dalam gerakan #Temananak. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian Abah dan keluarganya.
Momen penyerahan bantuan ini berlangsung penuh haru. Raut wajah Abah Endang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli terhadap dirinya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Anak Bisa, tim Kolaborasi, dan semua yang sudah membantu. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan rezeki yang berlimpah,” ujar Abah Endang dengan penuh harapan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama dapat meringankan beban mereka yang membutuhkan. Rumah Anak Bisa dan tim Kolaborasi berharap bantuan ini bisa menjadi awal dari dukungan yang lebih besar untuk Abah Endang dan banyak orang lain yang mengalami kondisi serupa.
Terima kasih kepada seluruh #Temananak yang telah berkontribusi. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah. Aamiin.