Rukun Islam yang ke lima adalah berhaji. Namun, apakah semua orang mengetahui sejarah naik haji ? Lalu bagaimana cara menjelaskan rukun Islam ke lima ini pada anak ? berikut akan kita bahas secara singkat bagaimana sejarah “naik haji” itu sendiri.
Bulan Dzulhijjah atau yang lebih dikenal dengan bulan haji adalah salah satu bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam, bagaimana tidak, pada bulan ini seluruh umat Islam yang mampu berkumpul di Mekkah untuk menunaikan rukun Islam ke lima ini. Banyak orang yang bahkan rela menabung seumur hidup mereka demi berhaji.
Ternyata, ibadah haji ini sudah ada bahkan sebelum Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia oleh Allah SWT. Tidak disebutkan secara pasti kapan umat manusia mulai menunaikan ibadah ini.
Namun dalam Al-qur’an surah Al-Maidah diceritakan bahwa Nabi Adam AS pergi meninggalkan kedua anaknya ke Mekkah untuk ziarah dan melihat Mekkah. Lalu, Allah SWT berfirman, “Tahukah kamu bahwa aku memunyai sebuah rumah di bumi ini ?” Adam menjawab, “Ya Allah, saya tidak tahu.”, kemudian Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Aku memunyai sebuah rumah di Mekkah, maka datangilah.”.
Namun, jika kita mencari tentang pembangunan Kakbah itu sendiri, maka kita akan menemukan bahwa Nabi Ibrahim AS lah yang telah diperintahkan Allah sebagaimana dalam firman Allah dalam QS: Ali Imran ayat 95-96 yang artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa yang memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
Dari firman Allah SWT di atas kita tahu bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah. Akan tetapi, bagi mereka atau orang yang sanggup. Sanggup dalam artian sanggup Fisik, mental, maupun materi untuk ke Mekkah. Oleh sebab itu, banyak sekali kita jumpai orang-orang sampai rela menabung seumur hidup demi ibadah yang satu ini.
Selain ayat di atas, ayat lainnya yang mengandung perintah berhaji dan berkurban terdapat pada QS: Al Hajj ayat 27-28 yang berarti: “Panggillah ummat manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka datang dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus dari segenap penjuru yang jauh. Agar mereka meyaksikan manfaat dan menyebut nama Allah padad hari yang telah ditentukan (hari Wukuf dan hari Tasyrik) atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagiannya dan berikanlah sebagian yang lain untuk dimakan orang sengsara lagi fakir.”
Nah, itu dia sejarah singkat mengapa umat Islam melaksanakn haji. Perintah berhaji nyatanya tidak hanya perintah dari Rasulullah SAW saja, tetapi perintah langsung dari Allah SWT bahkan jauh sebelum zaman Rasulullah SAW.
Semoga bermanfaat dan menambah ilmu yaaa….