

Di balik wajah mungilnya yang begitu menggemaskan, Muhammad Rifqi Lasadu harus menahan rasa sakit yang tak seharusnya dirasakan anak seusianya.
Di umur 2 tahun 4 bulan, Rifqi justru lebih sering terkurung di kamar gelap, karena sedikit saja cahaya menyentuh matanya, ia langsung menangis dan berteriak kesakitan. Matanya terus membesar dari hari ke hari, menimbulkan nyeri yang luar biasa.
Sejak lahir, mata Rifqi memang sudah tampak berbeda. Bagian hitam matanya terlihat melebar, tidak seperti mata anak-anak pada umumnya. Karena keterbatasan pengetahuan dan kondisi ekonomi, orang tuanya baru membawanya ke rumah sakit saat Rifqi berusia satu tahun. Saat itu sempat ada harapan, bengkaknya mulai mereda dan kondisinya terlihat membaik.

Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Setelah sekitar sebulan, mata Rifqi kembali membengkak, bahkan sampai mengeluarkan darah dan tampak merekah. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosa Rifqi mengidap Retinoblastoma stadium 4, yaitu kanker mata yang sudah berada pada tahap lanjut. Kondisinya pun dinilai semakin serius hingga Rifqi harus segera dirujuk ke RS Kandou untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Kini Rifqi sangat sensitif terhadap cahaya. Membuka jendela saja sudah membuatnya menjerit menahan sakit. Ia juga sulit makan dan hanya mau menyusu pada ibunya.
Saat sakitnya kambuh, kakinya sering terasa dingin. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan dalam dekapan ibunya, sambil menahan nyeri yang datang silih berganti.
Di tengah perjuangan itu, orang tua Rifqi juga harus menghadapi keterbatasan hidup. Ibunya mengurus empat anak di rumah, sementara ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh lepas kini terpaksa berhenti agar bisa fokus mendampingi Rifqi berobat. Untuk makan sehari-hari saja, mereka bergantung pada bantuan keluarga dan orang-orang baik, bahkan harus tinggal di rumah mertua.

Rifqi membutuhkan rangkaian tindakan medis dengan biaya yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Meski memiliki BPJS, tidak semua pengobatan dan tindakan penting bisa ditanggung.
Berbagai cara sudah dicoba, termasuk pengobatan tradisional, namun belum membuahkan hasil. Dengan mata berkaca-kaca, sang ibu berbisik, “Saya cuma ingin Rifqi tidak kesakitan lagi… ingin lihat dia bisa bermain seperti anak-anak lain.”
Kini, harapan itu ada di tangan kita semua. Setiap doa dan uluran tangan yang diberikan bisa menjadi langkah besar agar Rifqi mendapatkan pengobatan yang ia butuhkan, dan kesempatan untuk tumbuh tanpa rasa sakit.
Mari bersama bantu Rifqi kecil berjuang demi masa depannya.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara :
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran GO-PAY, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak yang ikut membantu Rifqi.
