Anak adalah amanat dan juga titipan yang diberikan oleh Allah SWT kepada para orang tua. Setiap anak memiliki keistimewaannya masing – masing. Kewajiban dalam mendidik anak merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan bagi setiap orang tua.
Mendidik anak secara islam tidak hanya membuat anak menjadi orang beragama namun juga dapat membentuk karakter dan akhlak yang mulia. Dan juga didikan islami ini dapat menjadi salah satu bekal bagi anak untuk ke akhirat nantinya. Lantas bagaimana cara mendidik anak menurut pandangan islam dan juga sesuai Sunnah yang rasulullah ajarkan? Berikut beberapa cara yang akan kita bahas dalam artikel kali ini
Memperdengarkan Al – Quran
Banyak cara mendidik anak menurut pandangan islam, salah satunya adalah dengan memperdengarkan ayat – ayat suci Al-Qur’an. Bahkan, islam menganjurkan untuk memperkenalkan Al-Qur’an sedari anak tersebut didalam kandungan.
Dengan hal itu, anak akan terbiasa mendengar lantunan – lantunan kalam-Nya. Dan tidak hanya itu, fadilah dari mendengarkan dan membaca Al –Qur’an pun banyak sekali. Dengan Al-Qur’an karakter anak akan terbentuk menjadi pribadi yang lembut. Anak pun memiliki pedoman hidupnya sedari dini.
Ajarkan Tauhid
Sesuai dengan Q.S Al – Luqman yang berbunyi : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya :hai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan merupakan kezaliman yang besar”.
Tauhid adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu – satunya tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Ilmu yang satu ini, wajib diajarkan dan sangat perlu diimplementasikan dalam hal mendidik anak. Agar nantinya anak memiliki keimanan yang sangat kuat.
Ceritakan Kisah – Kisah Nabi
Terdapat banyak pelajaran – pelajaran yang diambil dari kisah – kisah nabi sekaligus kaum terdahulu. Menceritakan kisah – kisah nabi terhadap anak dapat menanamkan akhlak mulia dalam diri mereka. Anak dapat belajar meneladani sifat – sifat terpuji ini dalam kehidupan sehari – hari.
Selain itu, Banyak kisah Nabi yang mengajarkan keberanian menghadapi tantangan dan keteguhan dalam memegang prinsip. Misalnya, kisah Nabi Musa AS menghadapi Firaun, atau kisah Nabi Ibrahim AS dalam menjalani ujian-ujian dari Allah.
Ajarkan Sikap Sederhana
Hidup sederhana merupakan hidup yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Meskipun Rasulullah SAW merupakan kekasih Allah yang sudah dijamin masuk surga, namun Rasulullah tidak pernah tinggi hati ataupun angkuh kepada manusia yang lain.
Beliau merupakan cerminan dari pemimpin umat yang kesabarannya tiada batasnya dan juga low profile. Tanpa adanya sikap sederhana, manusia akan selalu merasakan kekurangan dalam hidupnya. Ia akan menjadi manusia kufur terhadap nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Ajarkan Adab
Adab sering dianggap sebagai tingkatan tertinggi dalam keimanan. Hal ini mencerminkan bagaimana kualitas iman seseorang seharusnya termanifestasi dalam perilakunya sehari-hari. Bahkan ada ungkapan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu. Hal ini bermakna bahwa meskipun ilmu sangat penting, adab atau etika memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena menjadi landasan dalam cara menggunakan dan menerapkan ilmu tersebut.
Menjadi orang tua bukanlah suatu hal yang mudah tentunya. Tanpa pondasi yang kuat, kepribadian anak tentunya akan bertolak belakang dari ajaran – ajaran Islam. Anak adalah investasi bagi orang tuanya. Ia bisa saja mendorong orang tuanya kedalam syurga, dan begitupun sebaliknya. Semoga kita selaku umat islam dapat menerapkan ajaran – ajaran islam dalam setiap harinya. Tidak hanya dalam hal mendidik anak.