Ciri-Ciri Pola Asuh Orang tua Negatif

Pola asuh, tidak hanya pola asuh baik saja yang orang tua terapkan dalam mendidik anak. Ada juga orang tua yang mendidik anaknya dengan pola asuh yang buruk. Masalahnya ini bisa karena hubungan rumah tangga yang kurang baik, kondisi ekonomi, atau lainnya. Yang pasti orang tau melakukan itu pasti ada alasan dan penyebabnya sendiri. Lalu apa saja pola asuh yang tidak baik itu. Mari simak dibawah ini.

  1. Terlalu Menuntut
    Terlalu banyak menuntut pada anak, salah satu ciri orang tua otoriter. Orang tua otoriter akan mengatur hampir segala aspek dalam kehidupan si anak. Dari menetapkan banyaknya peraturan tertulis dan tidak yang harapannya untuk anak patuhi semuanya. Karena ini tak jarang anak sering dianggap melakukan kesalahan, padahal memang tidak aturan tersebut didalam rumah.
    Anda seharusnya menjadi sosok orang tua yang memberi instruksi dan contoh yang baik dan dapat bersikap responsif terkait peraturan dalam keluarga.
  2. Pertengkaran orang tua
    Kondisi anak selalu berada dalam perdebatan antara anda dengan si ayah sangatlah tidak baik bagi kesehatan mental anak. Dengan pertengkaran yang selalu dilihat dan di dengar anak, tak dipungkiri lagi jika anak akan nakal untuk mencari kebahagiaannya. Memang dalam hubungan rumah tangga tidak semuanya akan berjalan baik sesuai dengan keinginan, tapi jika pertengkaran terlalu sering dilihat dan didengar anak berarti pola asuh negatif yang anda berikan kepada si anak.
  3. Hukuman fisik
    Berikutnya hukuman fisik. Sebagai orang tua ketika anak salah maka hukumlah yang sesuai dengan kesalahan dan usianya. Jangan segala kesalahan yang dilakukannya anda menghukumnya dengan hukuman fisik. Dari hukuman yang tidak wajar anda berikan pada anak akan mempengaruhi mental dan tumbuh kembang anak itu sendiri. Anak bisa saja stres, sakit, depresi dan tertekan karena pola asuh yang anda terapkan dalam mendidik anak.
  4. Gaya hidup tidak sehat
    Gaya hidup juga bisa menjadi cara anda untuk mendidik anak. Karena gaya hidup yang baik bisa menjadi bekal dan manfaatnya akan terasa hingga anak dewasa. Beda jika dari anda nya menerapkan gaya hidup yang kurang baik, manfaat buruknya juga akan berdampak pada anak. Misalnya, hobi ayah merokok, asap yang keluar dari rokok dan yang kemudian dihirup istri dan anak anda, sama saja anda mengajak mereka semua untuk menghirup penyakit.
  5. Mengabaikan prestasi anak
    Kepintaran setiap anak itu berbeda-beda. Dan tidak semua anak mampu untuk mengabulkan apa yang diinginkan orang tuanya. Yah, Karen memang kecerdasan setiap anak itu tida sama. Dengan anda mengabaikan prestasi atau kerja keras anak, berarti anda tidak menghargai usaha si anak. Mengabaikan apapun yang dilakukan anak, dapat membuatnya menjadi down dan tidak semangat lagi belajar akan hal baru. Alangkah baiknya jika anda itu memberikan pujian dan semangat bukan justru mengabaikannya.

    Masih banyak pola asuh negatif lainnya yang mungkin belum kita semua ketahui. Semoga dari informasi di atas bermanfaat. Ingat ketika anda mengasuh anak gunakanlah pola asuh yang baik, supaya tumbuh kembang dan kesehatan mental anak tetap terjaga.