Mengenal Lebih Tentang Anak Tunalaras

Tunalaras. Menurut Maria Agustin Ambarsari dalam sebuah buku Mengenal ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) (2022), tunalaras adalah Seseorang yang mengalami hambatan emosi serta tingkah laku, sehingga sulit bagi mereka untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar.

Hal tersebut bisa disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor internal (dari dalam diri) dan eksternal (lingkungan sekitarnya).

Maka dari itu, seseorang atau anak tunalaras cenderung menunjukkan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma atau aturan di sekitarnya.

Tunalaras juga bisa diartikan sebagai seseorang yang memiliki tingkah laku atau perilaku ekstrem dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Perilaku tersebut tentunya merugikan dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Dikutip dari buku Pendidikan Inklusi Sekolah Dasar (2021) karya Septy Nurfadhillah, ada beberapa ciri-ciri anak mengalami tunalaras:

  1. Kurang percaya diri
  2. Sering menunjukkan sikap curiga kepada orang lain
  3. Memiliki perasaan rendah diri
  4. Suka mengisolasi diri
  5. Sering berkelahi
  6. Tidak punya ketenangan jiwa
  7. Memiliki rasa cemas atau takut berlebih
  8. Sering menunjukkan rasa permusuhan dengan orang lain.

Anak tunalaras juga bisa dibedakan berdasarkan jenis dan derajat penyimpangan. Seperti yang dilansirkan dari buku Kesulitan Belajar dan Gangguan Psikologis Ringan pada Anak (Implementasi pada Anak Usia Sekolah Dasar (2019) oleh Siti Urbayatun dkk,

Berdasarkan jenis tunalaras dibedakan menjadi 2, yakni:

  1. Aspek Kepribadian : Umumnya akan mengalami kelainan pekerbangan emosi serta sulir menyesuaikan diri dalam pergaulan.
  2. Aspek Keshatan Jiwa : Memiliki penyimpangan sifat emosi dan penyesuaian. Biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan sekitar.

Sedangkan berdasarkan derajat penyimpanagan dibedakan menjadi 3, yakni:

  1. Anak tunalaras taraf ringan : Memperlihatkan sifat penyimpanagan emosinya serta penyesuaian dirinya dengan lingkungan sekitarnya dalam taraf ringan.
  2. Anak tunalaras taraf sedang : Biasanya anak yang mengalami tunalaras taraf sedang membutuhkan pelayanan tersendiri dalam proses belajar.
  3. Anak tunalaras taraf berat : Memperlihatkan seseorang atau anak tunalaras melakukan pelanggarang hukum atau telah menggangu ketertiban lingkungannya. Misalnya penggunaan narkoba.