Hingga kini bullying masih terjadi dialami oleh beberapa kalangan. Dari mulai anak-anak bahkan orang dewasa sekaligus. Apalagi banyak cara yang dilakukan bullying untuk menindas anak, baik secara fisik atau mental anak.
Pasti anda tidak ingin si anak mengalami hal tersebut bukan? Tapi bingung bagaimana cara mengetahui jika anak menjadi korban bullying. Mari simak dibawah ini bebrapa tanda anak mengalami bullying.
- Merasa enggan ke sekolah
Bullying yang terjadi di sekolah kerap membuat anak menjadi malas untuk pergi ke sekolah. Atau anak membuat berbagai alasan seperti sakit contohnya, dengan alasan tersebut anak akan diberikan izin untuk tidak berangkat sekolah.
Kenapa sih anak melakukan hal tersebut? Karena anak merasa bahwa rumahlah tempat yang paling aman dari pembullyan. Alangkah baiknya anda memantau perilku dan aktivitas yang dilakukan anak dengan bertanya kepada gurunya. - Enggan bersosialisasi
Akibat bullying yang didapat anak, akan membuatnya bersikap enggan untuk bergaul dan bersosialisasi terhadap teman-temannya. Hal itu karena, anak merasa takut jika dia mulai membuka kembali, hal yang sama akan dia dapatkan kembali. Makanya dia lebih memilih untuk tidak bersosialisasi. - Susah tidur
Ketika anak stres dan merasa cemas, akhirnya membuatnya mengalami susah tidur setiap malam. Hal itu karena, anak merasa cemas jika pagi datang Kenapa? Karena bulyying akan didapatkannya kembali di sekolah. - Sering mengalami sakit perut dan kepala
Sakit perut dan kepala bisa jadi gejala fisik yang diakibatkan dari bullying. Maka dari itu, anak akan membuat sakit tersebut sebagai bahan alsan tidak datang ke sekolah. Sebaiknya, jika anak mengalmi sakit perut atau kepala, anda perlu mencari tahu dengan bertanya kenapa anak sering merasa sakit. - Emosional
Perubahan emosional mendadak yang di perlihatkan anak ketika diajak berbicara tentang sekolah atau aktivitasnya, menunjukkan bahwa anak sedang merasa cemas dan gelisah atas kegiatan tersebut. Perilaku tersebut bisa jadi menunjukkan bahwa anak sedang mendapatkan tindakan bullying. - Menutup diri dari keluarga
Selain perubahan emosional, perubahan sikap juga menjadi salah satu indikasi bullying. Makanya, jika anak sedang mengalami bullying, dia akan menjadi pendiam dan tertutup pada keluarga dan saudaranya. - Obsesi terhadap gadget
Bullying bukan hanya terjadi didunia nyata saja, di dunia maya pun anak bisa menjadi korban bullying. Hal ini biasany lebih disebut cyberbullying. Sebaiknya, berikanlah batasan terhadap penggunan gadget terhadap anak. Supaya hal tersebut tidak dialami oleh si anak. - Terdapat luka dan barang yang rusak
Ada beberapa kekerasan yang menggunakan fisik untuk membuat korbanyya terluka atau bahkan barang yang dimiliki ada yang hilang atau rusak. Sangatlah wajar jika orangtua bertanya kenapa badannya luka dan barangny rusak.
Namun sayangnya, anak pasti akan berbohong untuk menutupi itu semua. Sebaiknya, ajak anak untuk berbicara jujur dengan sabar dan tenang. - Hilangnya minat terhadap hobi dan bakatnya
Anak-anak yang mengalami bullying akan membuatnya kehilangan minat terhadap apa yang mereka sukai dan minati. Apalagi bullying tersebut memang dilakukan pada hobi dan bakat yang dimilikinya. Makanya, jika anak tiba-tiba tidak suka dengan hal yang dulu dia sukai, cobalah untuk bertanya kepadanya dengan perlahan