6 Tipe Anak yang Rentan Mengalami Bullying

Kasus bullying, hingga saat ini kasus tersebut masih terjadi di beberapa sekolah. Entah apa tujuan ia membully temannya atau apa sih penyebab mereka jadi korban bullying? Itu pasti menjadi pertanyaan anda bukan.

Bullying atau perundungan merupakan sebuah tindakan agresif yang dilakukan baik itu secara verbal maupun fisik, pastinya hal tersebut sangatlah menganggu, merusak, maupun melukai korban bullying.

Perundungan itu sendiri dapat berbentuk ejekan, cemoohan, ancaman, meminta barang atau uang dengan paksa, maupun kekerasan fisik. Jika tidak dibantu, korban bullying dapat menderita depresi, selalu merasa cemas, bahkan yang lebih parahnya berkeinginan untuk bunuh diri.

Ada beberapa tipe anak yang mungkin akan sangat rentan mengalami bullying di sekolahnya. Apa saja itu? Simak dibawah ini.

  1. Anak pintar
    Anak yang menjadi korban bullying biasanya termasuk anak yang pintar dan cerdas, atau memiliki keahlian yang membuatnya sering dipuji dan dibanggakan oleh teman sekitarnya, guru atau bhkan wali murid lainnya.

    Para pelaku bullying akan menargetkan siswa yang pintar karena merekan merasa minder atau iri dengan keahlian atau perhatian yang anak tersebut miliki dan dapatkan.

  2. Anak yang tidak punya teman
    Anak-anak yang tidak memiliki teman biasanya akan sangat rentan menjadi korban bullying. Karena disaat mereka mengalami bullying tidak ada satu orang temanpun yang akan membela dan membantunya. Maka dari itu memiliki teman sangatlah penting untuk perkembangan anak.

  3. Anak populer
    Anak yang populer atau yang banyak disukai siswa lain, biasanya akan menjadi target bully di sekolah. Pasalnya, jika ada seorang anak lain yang sama-sama populer dan berpotensi akan merasa diri terancam dengan keberadaan dan kepopularitas yang dimiliki anak tersebut.

    Makany dia akan melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan popularitas temannya tersebut dengan menyebarkan gosip-gosip, membuat julukan negatif, atau menggunakan cyberbullying.

  4. Anak dengan kebutuhan khusus
    Karena dianggap berbeda dan tidak bisa melakukan kegiatan yang dilakukan anak lain. Menjadi target bullying akan sangat rentan dilaminya.

    Pelaku bullying akan membuat lelucon tentangnya dengan tidak memiliki rasa empati sedikitpun.

  5. Anak dengan keunikan fisik
    Memiliki bentuk fisik yang berbeda seperti terlalu pendek, tinggi, kurus, gemuk atau bahkan warna kulit dan masih banyak lagi, akan sangat rentan untunya mengalami bullying.

    Dengan mengolok atau menjelekan bentuk fisiknya bagi pelaku bully akan merasa senang dan puasa sekali. Hal itu akan berdampak pada harga diri anak yang rusak akibat dari bully yang dudapatkannya.

  6. Anak yang berasal dari suku, atnis, ras dan agama tertentu
    Yang terakhir yang tidak kalah juga ialah bulying yang memandang suku, ras, etnis dan agama. Karena menilai orang tersebut berbeda denganya dan teman-temannya, bullying akan sangat rentan didapatkannya.