Cara Menangani Anafilaksis Pada Anak

Kebanyakan anak-anak memiliki tubuh yang rentan terhadap alergi, karena diusia yang masih terbilang kecil organ tubuh atau kulitnya masih sangat sensitif.

Alergi yang menyerang anak pun terdapat berbagai macam dan penyebabnya. Mulai dari alergi yang disebabkan makanan, cuaca, lingkungan, hewan, obat dan lain sebagainya.

Alergi bukanlah penyakit yang sepele, memahami penyebab dan cara mengatasinya menjadi tugas anda sebagai orangtua. Karena jika hal ini tidak langsung Hal ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya alergi ditangani, anak bisa mengalmi anafilaksis.

Anafilaksis ini merupakan reaksi alergi yang muncul selaang beberapa menit atau jam setelah tuuh anak terpapar alergen (pemicu alergi).

Yang harus diperhatikan oleh orangtua ialah ketika anak sedang mengalami anafilaksis segera untuk ditangani, sebab anafilaksisi dapat berakibat fatal seperti menagalami kematian.

Jenis alergen yang menyebabkan anafilaksis dapat berbeda. Yang paling umumnya disebabkan oleh bebrapa berikut ini:

  1. Makanan, seperti kacang, makanana laut (ikan, kerang dan udang)
  2. Sengatan lebah atau hewan lain
  3. Obat-obatan
  4. Pewarna yang digunakan untuk tes kesehatan
  5. Efek suntikan, atau
  6. Getah

Berikutnya yang perlu anda ketahui ialah tanda-tanda anak mengalami gejala anafilaksis. Contohnya beberapa kondisi berikiut:

  1. Napas sesak atau batuk
  2. Sulitnya bernapas atau menelan
  3. Muncul ruam, kemerahan, gatal-gatal, kulit berubah pucat atau kebiruan
  4. Pembengkakan di bibir atau lidah
  5. Bersin, hidung tersumbat, pilek
  6. Tenggorokan sesak, kesulitan menelan, suara serak
  7. Denyut jantung lemah
  8. Muntah dan diare
  9. Pusing atau pingsan
  10. Kebingungan, mengantuk, atau agitasi (perasaan cemas dan emosi)

Anak bayi juga mungkin akan mengalami anakfilaksis, namun gejala yang dialaminya akan berbeda seprti:

  1. Mudah marah, rewel, atau menangis terus menerus.
  2. Mengeluarkan liur tiba-tiba.
  3. Mengalami kantuk yang tidak biasa.

Lalu bagaimana cara menangani dan merawat anak yang mengalami anakfilaksis? Berikut beberapa cara yang harus anda lakukan.

  1. Memberikan epinefrin
    hal yang pertama kali anda lakukan ialah dengan memberikan obat epinefrin untuk mengatasi anafilaksis.
    Biasanya obat epinefrin tersedia dalam bentuk suntikan dan obat ini biasanya diberikan bagi anak yang sudah pernah mengalami atau memliki riwayat penyakit ini makanya sudah sesuai dengan resep dokter.

    Apabila dosis suntikan pertama tidak dapat bekerja menurunkan gejala, maka anda dapat menyuntikkan kembali dosis kedua.

    Maka karena itu, anak yang berisiko mengalami anafilaksis di harus membawa setidaknya dua autoinjector epinefrin setiap saatnya. Disaat gejala anafilaksis semakin memburuk dan tidak membaik dalam waktu 5 menit, disitulah suntik epinefrin dosis kedua dapat diberikan.

    Selain obat epinefrin anda juga dapat membrikan obat lainnya seperti, inhaler, bronkodilator, atau antihistamin yang diresepkan oleh dokter. Dan ingat sangat tdak dianjurkan untuk memberikan atau menggati obat epidefrin dengan obat lain tanpa resep dari dokter.

  2. Segera ke rumah sakit
    Jika keadaan anak sudah sangat darurat. Penanganan yang peling tepat ialah dengan segera membawanya kerumah sakit. Karena jika tidak ditindak lanjuti dengan baik akan sangat berbahaya bagi nyawanya.

  3. Jauhkan dari pemicu alergi
    Cara selanjutnya hindari atau jauhkan anak dari berbagai hal yang dapat memicu alergi. Dan berikanlah perlindungan bagi kulit anak dengan misalnya memberikan losion yang mengandung calamine untuk memberikan reaksi alergi yang tidak parah.