Mie instan, menjadi makanan siap saji yang paling banyak orang sukai. Tapi apakah anda tahu bahwa bahan makanan yang digunakan sangatlah tidak baik untuk kesehatan anak. Apa saja bahaya mengkonsumsi makanan instan atau mie instan bagi kesehatan anak? Simak dibawah ini.
- Meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda
Mie instan dan makanan instan lain biasanya mengandung lemak yang tinggi, terutama lemak jenuh. Lemak tersebut berfungsi untuk memberi rasa dan tekstur pada makanan.
Memang benar anak-anak sangat membutuhkan lemak untuk membentuk jaringan saraf serta hormon, juga sebagai cadangan energi. Namun, jika jumlahnya lemak yang berlebihan akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Jika anak sering makan mie instan kemungkinan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) dalam tubuhnya akan semakin meningkat. Yang lebih parah lagi jika dibiarkan akan berakibatkan penyakit jantung di masa mudanya. - Kenaikan berat badan
Selanjutnya, terlalu sering memakan mie instan akan menyebabkan kenaikan berat badan atau yang lebih parah obesitas.
Sebenarnya naiknya berat badan secara tidak sehat akan memiliki banyak sekali penyakit. Selain obesitas, mental anak juga akan terganggu seperti cenderung lebih tidak percaya diri. - Berisiko hipertensi pada anak
Mie instan memiliki kandungan kadar garam yang relatif tinggi. Maka jika jumlah kebutuhan natrium dan sodium berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi itulah akibat anakterlalu sering makan mie instan berlebihan.
Meskipun tidak segera terlihat efeknya, tapi tingginya darah menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Oleh karena itu, hindarilah konsumsi garam berlebih sejak dini. - Diduga menjadi penyebab anak lebih hiperaktif
Makanan instan, salah satu jenis makanan yang lebih banyak mengandung berbagai macam zat aditif seperti pengawet hingga pewarna buatan.
Dari berbagai macam jenis zat aditif menunjukkan bahwa kandungan tersebut (pengawet dan pewarna) berhubungan dengan gangguan hiperaktif serta gangguan perilaku anak seperti ADHD.