Cara Menghadapi Anak Pembangkang

Apakah menghadapi anak pembangkang perlu dibutuhkan cara yang khusus? Betul, anak-anak yang berada di usia prasekolah sebenarnya sudah mulai diajarkan mengenai aturan dan norma–norma secara konsisten disekolahnya dan merekapun sedikit sudah banyak yang mulai memahaminya.

Namun harus diingat, penanaman sebuah aturan dan norma bukanlah proses yang mudah dan singkat. Ada saja berbagai kendala yang menghadang, seperti anak ngeyel dan membangkang untuk tidak mematuhi aturan atau norma yang ada. Berikut ini beberapa pola asuh yang tepat untuk mengatasi anak yang suka membangkang.

  1. Tenang dan selalu intropeksi
    Menanggapai anak yang suka membangkang janganlah dengan kekerasan dan marah-marah. Bersikap tenang menjadi solusi menghadapinya.

    Dengan memahami penyebab anak bersikap seperti itu serta intropeksi terhadap perilaku yang anak berikan. Misalnya dengan berpikir kembali apakah penyebab anak seperti itu karena aturan yang terlalu menekan, berlebihan konsekuensi yang diberikan dan lain sebaginya.

  2. Melebeli anak
    Ada bebrapa orangtua pasti melebelkan atau menjuluki anak yang suka membangkang dengan julukan anak nakal, bandel, dan kata kejam lainnya.

    Perlu diketahui bahwa melebeli anak dengan kata-kata kejam dapat melukai perasaan anak. Untuk itu, hindarilah melebeli anak dengan kata-kata yang kejam.

  3. Ciptakan suasana menyenangkan
    Dengan menggunakan bahasa ajakan yang halus, anak akan lebih mudah mendengarkan dan senang melakukan apa yang menjadi dikatakan orangtua.

    Merasa nyaman karena tidak merasa dipaksa membuat anak merasa orangtua mencintainya dan menganggap dirinya sebagai seseorang yang sangat spesial. Dari situlah anak akan termotivasi melakukan yang terbaik untuk orangtuanya.

  4. Hindari memberikan ancaman atau paksaan
    Dengan memberikan sebuah ancaman justru membuat anak menjadi menolak. Selain itu, anak menjadi belajar bahwa segala permasalahan dapat diselesaikan dengan sebuah ancaman bukan dengan berbica dan mendengarkan satu sama lain.

  5. Instruksi yang jelas
    Bila anda memberikan sebuah instruksi atau aturan pada anak, ungkap dengan jelas dan gunakanlah kata-kata yang sederhana supaya anak dapat memahaminya dengan mudah.

    Karena jika terlalu bertele-tele anak menjadi mudah bosan, apalagi jika diulang-ulang akan terkesan seperti menyuruh-nyuruh.

  6. Cari saat yang tepat
    Hindari memberikan perintah disaat anak dalam kondisi sedang capek, lapar atau mengantuk, karena anak akan memberikan sikap pemberontakan atau membantah.

    Maka sebaiknya sampaikanlah dalam kondisi anak sedang tenang, santai, dan ceria.

  7. Jadilah panutan
    Orangtua harus menjadi role model bagi anak-anak. Tak hanya sekedar menyuruh anak untuk membereskan mainannya, tapi mencontohkan bagaimana cara merapikannya.

    Dengan sering melihat orangtuanya, anak akan lebih mudah untuk menurut saat diminta melakukan sesuatu.

  8. Memberikan penghargaan dan punishment
    Diaat anak sudah mau mendengarkan kata-kata orangtua dan melakukannya, berikanlah sebuah penghargaan baik itu hanya sekedar kat-kat pujian maupun memberikan sebuah hadiah. Dari situ menjadi awal baik dalam membangun hubungan yang lebih baik antara orangtua dan anak.

    Sama halnya dengan hukuman, sebaiknya jika anak membangkang atas perintah dan aturan, cobalah untuk memberikan sebuah punishment. Ingat, punishment yang diberikan harus sesuai dengan kesalahan dan sesuai dengan usianya.